Archive for Januari, 2007

Mak Comblang

Kata tersebut mungkin udah tidak asing ditelinga kita, gak tahu kenapa aku terlalu familiar dengan istilah  tersebut walaupun aku gak tahu asal muasal kata makcomblang itu… :D.

Sebenarnya aku dari jamannya kuliah S1 di makassar senang sekali untuk menjodoh-jodohkan atau pun membantu proses pdkt seseorang kepada sang pilihan hatinya, apalagi sahabatku, gak peduli cewek atau pun cowok, dan dari data statistik track record ku menungjukkan tingkat keberhasilanku dalam  nyomblangin orang itu di atas 80%. Mungkin karena asumsi tersebut makin membuatku termotivasi untuk terus nyomblangin orang, teman maupun sahabatku baik diminta maupun tanpa mereka sadari, dan seingatku kegiatanku belum ada yang melakukan komplain baik dari sisi yang aku comblangin maupun si obyek yang di comblangin, namun siang ini aku ngerasa ini tidak berlaku lagi karena menurutku udah ada yang komplain, gak tahu komplainnya itu serius apa karena malu aja (gue belum interview langsung ama yang komplain :D).

Ceritanya bermula ketika aku melihat salah seorang sahabatku yang sepengetahuanku masih jomblo dan adalagi adekku yang klu gak salah pernah minta dicariin pasangan (mudah-mudahan dia ingat). lalu aku ada ide untuk membuat date dengan metode klasik… 😀 nonton. saat itu kesepakatannya adalah nonton rame-rame(bareng), tapi aku endak kehabisan akal, aku pun menyetting agar kondisinya nonton bareng tapi nuansanya nonton buat mereka berdua, tentunya ini tidak bisa aku lakukan sendiri (aku dibantu oleh sahabat mcadku :D).

Rencanaku sih lumayan berhasil, mulai dari proses berangkat yang kuatur biar mereka berangkat berdua dan kami nyusul, sampai pada posisi duduk yang diset untuk bisa menyukseskan prosesi comblanganku ini.

Malam itu sesampai aku dirumah, aku berharap semoga semuanya berjalan lancar, namun siang ini ketika aku chat ama salah satu obyek comblanganku, kayaknya dia kurang respek dengan caraku.

Akhirnya aku sadar mungkin gak semua yang kita anggap dapat membantu akan diterima oleh orang yang menurut kita dibantu, jadi kembali kepada interpretasi masing-masing untuk menilai maksud dari seseorang, semoga saja ini tidak berdampak buruk terhadap kebijakan bilateral antara kedua sahabatku itu, harapanku tetap menjadi kenyataan mereka menjadi pasangan yang dirahmati oleh Allah SWT hingga kakek nenek, Amin.

Salam

Om ino

31 Januari 2007 at 8:05 am 2 komentar

Jalanan pun Jadi Ruang Belajar…

http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/012007/26/0105.htm
SEPASANG ecrek-ecrek dan tamtam teronggok di taman. Seorang ibu melepas
pangais dan membiarkan balitanya bermain dengan buku gambar, pensil warna,
dan balok-balok puzzle. Itulah pemandangan di perempatan pojok taman RS
Sariningsih, perempatan Dago-Merdeka, Kamis (25/1), pukul 14.00 WIB siang.

“Wah, ieu mah alus pisan. Bukuna teh leucir! Tuh tingali gambarna (Wah,
ini bagus sekali. Bukunya mulus! Tuh lihat gambarnya),” ujar seorang anak
saat melihat buku cerita bergambar warna-warni yang mungkin jarang sekali
mereka sentuh.

Mereka adalah anak-anak jalanan yang sedang asyik memanfaatkan fasilitas
mobile class (kelas berjalan). Sebuah tempat belajar masyarakat (TBM) baru
yang disosialisasikan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas
bersamaan dengan digelarnya sosialisasi Program Kesetaraan di BP-PLSP
Regional II Jawa Barat, di Lembang.

Mobil ini, menurut Direktur Kesetaraan Ditjen PLS Depdiknas Ella
Yulaelawati, secara nasional jumlahnya baru 15 unit. Digunakan untuk
membantu masyarakat dalam mengakses pendidikan, terutama masyarakat yang
tidak terjangkau pendidikan formal.

Selain untuk anak-anak jalanan, mobil ini digunakan pula oleh anak-anak di
pinggiran kota dan anak-anak yang berada di daerah-daerah bencana seperti
Aceh dan Yogyakarta.

Untuk Jawa Barat, menurut Kasubdin PLS Disdik Jabar Herang Abiyanto,
mobile class merupakan bentuk sikap proaktif pemerintah dalam memberikan
akses pendidikan untuk semua lapisan. Untuk Jawa Barat, mobil ini baru
dioperasikan 3 unit, yakni di Kota Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.

Mobile class dilengkapi 200 buku, sarana belajar, dan empat orang tutor.
Bersama para tutor inilah, mereka belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Sedangkan anak-anak usia dini, diajak menggambar dan bercerita.

“Sae pisan neng. Barudak mah jadi resep we (Bagus sekali, neng. Anak-anak
jadi senang),” ujar seorang ibu.

Bila hari hujan, anak-anak ini dapat menggunakan mobil tersebut sebagai
ruang kelas. Seperti siang itu, saat hujan turun, semua anak membawa buku
dan mainan mereka masuk mobil. Para tutor pun melanjutkan ceritanya di
dalam mobil dengan kapasitas ruang duduk sampai 40 orang.

Selain mobile class dalam bentuk mobil, terdapat pula dalam bentuk sepeda
motor. Sarana ini berupa sepeda motor yang dilengkapi boks. Untuk Jawa
Barat, sepeda motor boks ini sudah ada 10 unit dan diprioritaskan untuk
kawasan pantura yang masih banyak angka putus sekolahnya.

Lalu, di manakah anak-anak jalanan Kota Bandung dapat menikmati sarana
ini? Datanglah ke Pasar Caringin, perempatan Dago-Merdeka, Jln. Supratman,
dan Jln. Gatot Subroto. “Di sana, mereka dapat belajar sambil bermain,”
ujar Ketua Kelas Berjalan Kota Bandung Rudy P. Wiriatmadja.
(Eriyanti/”PR”)***

Salam

Om Ino

30 Januari 2007 at 6:41 am 2 komentar

Kebiasaan di beberapa negara :D

Tahukah Anda bedanya orang Singapura, orang Inggris, orang Amerika, dan
orang Indonesia?
Jika kentut….
orang Singapura akan berkata,:” I’m sorry! ”
orang Inggris akan berkata,:” Pardon me!”
orang Amerika akan bilang, :” Excuse me!”
orang Indonesia…?
Ia akan bilang, :”Not me! not me…!”

Jangan lupa mempraktekkan hal di atas jika
tanpa sengaja Anda kentut di antara orang-orang tersebut. 🙂

Dari milis CFBE by Satria

Salam

Om Ino

30 Januari 2007 at 5:45 am 1 komentar

Berendam Air Panas di Cipanas – sumedang

Awalnya kegiatan ini karena pesan yang aku tulis sebelumnya tentang menepati janji. Pada pesan tersebut dikomentari oleh beberapa teman, salah satunya adalah pak arif, dia bilang sabar dan ngajak kami mancing di sumedang atau berendam air panas di ciatuer sumedang.

Setelah membuat rencanan dengan beberapa temen yang berniat ikut dan koordinasi dengan pak Arif via handphone, akhirnya kami memutuskan untuk ke sumedang sabtu sore. Tetapi ternyata pada saat hari sabtu pagi, kecenderungan teman-teman untuk rekreasi ke taman strowberry. Tetapi beberapa temen tetap kekeh untuk berangkat ke sumedang.

Namun karena kondisis cuaca yang lagi hujan, akhirnya keberangkatan ke sumedang sedikit tertunda, sebelumnya terencana berangkat sore menjadi malam serta sebelumnya terencana berangkat 4 motor tinggal tersisa 2 motor itupun cuman 3 orang karena pak indri gak jadi ikut juga karena sakit dan khawatir berangkat malam.

Singkat cerita kami bertiga (kangpayi, Uncle John dan aku) berangkat juga kesumedang jam 8 PM. malam itu udara dingin banget, tetapi kangpayi yang berboncengan dengan uncle john memacu sepeda motornya sekencang-kencangnya, aku sempat tertinggal beberapa kali karena gak mau maksain motor (maklum motor pinjaman punya pak riza), bahkan di beberapa tikungan aku nyaris keluar jalur, untungnya aku tetap konsentrasi dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi, saking tingginya sampai-sampai tanpa terasa setiap momont yang berbahaya aku menggigit gigi sekuat-kuatnya sampai rahangku terasa pegal.

Akhirnya kami sampai di sumedang sebelum pukul 10 jadi klu ditaksir-taksir perjalanan kami dari bandung ke sumedang sekitar 1 jam 30 menit, waktu yang lumayan cepat dengan kondisi malam dan jalanan becek. syukurlah nyampe juga.

Malam itu juga kami diajak ama pak arif makan malam di warung seafood (aku sempat salah dengar dengan dialek pak arif yang sunda banget seafood aku dengernya siput = bekicot 😀 ), setelah makan perut terasa kenyang banget, karena sebelum berangkat aku udah doping dengan si keriting (mie instan buatan ibu kost) dan diperjalanan makan gulai cencang batigo ama joni dan kangpayi.

lalu setelah makan kami ke sekolah pak arif SMKN 1 Sumedang untuk memantau kiriman komputer dari bandung yang di order oleh pimpro (pak arif), kemudian kami pulang ke rumah pak arif untuk merebahkan badan yang udah cukup pegal karena perjalanan jauh ( kangpayi dan joni langsung ngorok hehe =)) 🙂 🙂 ).

Pagi harinya kami jalan-jalan ke alun-alun di depan kantor bupati sumedang (malamnya juga kami lewat sih) dan melihat mirip dengan suasana gasibu di minggu pagi tapi di alun-alun ini tidak seramai gasibu (tempat kuliah pak made :D), lalu kami mampir ke warung dan pak arif beli tahu khas sumedang (lupa nama warungnya).

Siangnya kami berangkat ke ciater sekitar 1 jam dari kediaman pak arif ( tapi kasian si entunk lagi ujian akta 4 jadi gak bisa ikut), perjalanannya cukup asyik karena suasana alam yang melintasi pegunungan dan lembah. setelah sampai kami di perliahatkan sumber mata airnya yang keluar dari akar pepohonan (bisanya air panas dari balik batu). lalu kami masuk ke kolam permandiannya, kolamnya ada 2 yang panas dan yang adem, lumayan seger, setelah kami mandi sepuasnya dan mengambil beberapa gambar, kami memutuskan untuk pulang. Tetapi rencana itu urung kami lakukan karena suasan air kolam yang semula adem berubah menjadi panas karena ada salah satu pengunjung yang menarik perhatian pengunjung lain sehingga beberapa pengunjung yang tadinya juga ingin beranjak meninggalkan kolam jadi membatalkannya. sebenarnya wajah nya biasa aja cuman pakaiannya yang luar biasa bikin panas (ups off the record, untuk lebih jelasnya tanya ama uda joni 😀 ).

Kami pulang ke rumah pak arif sore sekitar jam 4 namun sebelumnya sempat beli oleh-oleh buat temen2 di kampus. aku akhirnya pulang di bonceng ama entunk karena badanku udah pegel, dan tiba di bandung sekitar jam 6 sore.

berendam

Thanks to Mr Arif and family.

Om INo

30 Januari 2007 at 5:13 am 4 komentar

Rekreasi ke Taman stowberry

Sabtu pagi 27 januari 2007, kami berangkat menuju taman strowberry di majalaya (:D persisnya gak tahu nama tempatnya, tanya kangpayi aja). Kami berangkat ke sana dengan b erkekuatan 5 kendaraan (motor yang kebetulan semua merek honda, tapi katanya klu di riau semua sepeda motor disebut honda apapun mereknya :D) tiap motor berpenumpang 2 orang  1 pengemudi dan 1 penumpang (semua orang juga tahu kali’). Bang hendry berboncengan dengan Desyana, bang nial berboncengan dengan dek Ira, Agung dengan istrinya dan feri dengan pacarnya (joni) serta tentunya aku dengan uni soviet… eh uni rini maksudku :D. Hari itu cuaca bandung cukup cerah bahkan terik banget, tapi setelah masuk daerah ciparay, cuaca mulai mendung dan akhirnya hujan deraspun datang. kami berteduh menunggu hujan reda, dan setelah reda kami lanjutkan lagi, tetapi beberapa saat kemudian hujan turun lagi, karena merasa udah tanggung untuk berhenti kami tetap dengan semangat 2007 tetap maju (:D biargak ikut2an semangat 45 mulu’).Akhirnya sampai juga di taman strowberry, suasanya asyik tapi dingin apa lagi kabut turun karena hujan.

batigo

Thanks to all that support this trip (reza yg minjamin motor and all crew)

Salam

Om Ino

29 Januari 2007 at 6:50 am 2 komentar

KPK: Pelajar Nyontek, Sama dengan Korupsi

http://www.gatra.com/artikel.php?id=101202

Banjarmasin, 12 Januari 2007 11:44
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, perilaku nyontek saat ujian bagi anak-anak sekolah sudah bagian dari korupsi. Makanya, perilaku demikian harus dicegah.

“Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Sjahruddin Rasul, saat mengunjungi sekolah di Banjarmasin,” kata Kepala Dinas Infokom Banjarmasin, Bambang Budiyanto di Banjamasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum`at (12/1).

Rombongan KPK yang dipimpin Wakil Ketua Sjahruddin Rasul bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin Haji Alwi Sahlan, dan Kepala Inspektorat Provinsi Kalsel mengunjungi SMP Negeri 1 Banjarmasin, ke kantor camat Banjarmasin Timur, serta Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T)

Berdasarkan keterangan Bambang Budiyanto saat kunjungan di SMP Negeri 1 Banjarmasin, Sjahruddin rasul menyempatkan berdialog dengan para siswa seputar masalah korupsi.

Menurutnya perbuatan nyontek merupakan tindakan korupsi kecil-kecilan, karena perilaku tersebut mengajarkan siswa untuk tidak jujur dan dilakukan dengan kerjasama guna melakukan hal yang tidak baik. Oleh karena itu ia mengingatkan para siswa untuk tidak melakukannya perilaku nyontek tersebut.

Upaya pencegahan terhadap perbuatan korupsi juga dapat dilakukan melalui jalur pendidikan, yakni dengan memasukan materi tersebut dalam pelajaran sekolah, mengingat anak – anak merupakan calon pemimpin yang akan menerima tongkat estapet negeri ini.

Kepada kepada mereka perlu juga diberikan bekal pengetahuan seputar masalah korupsi dalam rangka mengantisipasi perbuatan tersebut.

Sementara itu, pada kunjungannya di kantor camat Banjarmasin Timur, Sjahruddin Rasul meminta camat beserta stafnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan kemudahan kepada masyarakat, termasuk yang berkenaan proses pembuatan perizinan, seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Kunjungan diakhiri di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Ia mengarapkan agar dalam memberikan pelayanan harus lebih transparan, baik dalam hal persyaratan, waktu penyelesaian, dan tarif.

Alwi Sahlan mengatakan bahwa pemko berkomitmen untuk melaksanakan pemerintahan yang baik dan bersih. Melalui kunjungan KPK tersebut pemko dapat sharing dalam penanganan masalah korupsi. [TMA, Ant]

GImana tuh, apa ada jaminan klu pelajar gak nyontek lagi generasi koruptor akan terhapus???

tapi ada baiknya dicoba, hal-hal yang positif….

Om ino

23 Januari 2007 at 11:13 am 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 68.023 hits
Januari 2007
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Clicks

  • Tidak ada