Membatalkan janji tanpa konfirmasi terlebih dahulu

20 Januari 2007 at 11:57 am 3 komentar

Hal paling mudah yang mungkin dilakukan adalah berjanji tetapi hal yang paling susah menepati janji. Sebenarnya sederhana saja, gak usah janji klu gak mampu nepati.

Kemarin waktu aku ke lab LSKK STEI ITB, aku ketemu ama temen-temen kuliah, ada yang lagi nyari tugas, ada yang diskusi tesis ada pula yang udah nyusun rencana mudik bahkan ada yang ngajak aku untuk mancing di bendungan jatiluhur. Ajakan ini kusambut dengan gembira, apalagi faktor pendukung sangat bagus, hari libur, lagi BT di kost dan yang terpenting aku dapat pinjaman motor pak hendri yang pulang ke bangka.

Jumat malam tgl 19 januari 2007 aku mengantar pak hendri ke rumahnya di margahayu, tetapi sebelum pulang kami mampir dulu di alun-alun untuk membeli oleh-oleh buat anak dan istri pak hendri, lalu kami makan malam diwarung pinggir jalan, namun ternyata malam itu yang emang nampak mendung, kami memang apes, saat kami menuju rumah pak hendri hujan tiba-tiba turun makin lebat, walau pun kami pake mantel tetapi tetap saja aku basah kuyup. akhirnya aku menginap di rumah pak hendri.

Esok harinya karena teringat janji mancing di bendungan jatiluhur, setelah membantu pak hendri paking barang ke mobil, aku pun meluncur menuju kamar kost ku dengan motor pak hendri. udara bandung pagi itu cukup dingin apalagi dengan jaketku yang masih lembab karena basah kehujanan, tetapi karena udah janji akan berangkat mancing akhirnya aku pacu sepeda motor pak hendri untuk segera tiba di kost.

setibanya di kost aku menunggu sang teman yang notabene telah mengajakku untuk mancing, detik berganti menit, menit berganti jam tetapi batang hidungnya tak kunjung keliatan pada hal jam udah menunjukkan pukul 10 pagi, akhirnya iseng aku sms menanyakan jadi gak kita berangkat??

beberapa menit kemudian dering hendphoneku berbunyi tanda pesan masuk, setelah kubaca isi sms itu dari temanku yang mengajak mancing, katanya “aku baru aja nyampe di purwakarta….”, dalam hatiku berguman, kok tega yah biarin aku nunggu gak karuan, gak ngasi tahu jadi apa enggak, malah pergi diam-diam, padahal bukan aku yang mau ikut, tetapi dia yang mengajak. Mungkin buat dia ini adalah hal sepele, tetapi membatalkan janji sampai orang harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian….. apakah itu manusiawi???????

padahal seandainya dia konfirmasi sejak pagi hari ata malam saat dia nelfon klu gak jadi khan gak masalah, setidaknya aku bisa buat rencana cadangan untuk menghilangkan kebeteanku di kost….

salam buat sang penghianat janji 

Om INo

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Perhatian pemerintah antara terhadap Adam air dan KM Senopati Menghilangkan Kejenuhan

3 Komentar Add your own

  • 1. joni andra  |  20 Januari 2007 pukul 12:03 pm

    ya sudahlah daeng, kagak usah dipikirin…. yang lalu biarlah berlalu.. mungkin dia khilaf…

    Balas
  • 2. arief syamsudin  |  24 Januari 2007 pukul 5:59 pm

    Aku turut prihatin, Omm aku di sumedang bisa nyediain kolam buat mancing kapan-kapan mancing di sumedang aja yaa… pesanku om jangan dendam yaaaa…. benar kata Joni

    Balas
  • 3. Imran  |  30 Januari 2007 pukul 9:41 am

    kekesalanku terobati setelah main ke taman strowberry dan ke cipanas sumedang, thans’k to arif and riza…. and to all sponsor 😀 kayak io aja…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 64.038 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Clicks

  • Tidak ada

%d blogger menyukai ini: