Jalanan pun Jadi Ruang Belajar…

30 Januari 2007 at 6:41 am 2 komentar

http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/012007/26/0105.htm
SEPASANG ecrek-ecrek dan tamtam teronggok di taman. Seorang ibu melepas
pangais dan membiarkan balitanya bermain dengan buku gambar, pensil warna,
dan balok-balok puzzle. Itulah pemandangan di perempatan pojok taman RS
Sariningsih, perempatan Dago-Merdeka, Kamis (25/1), pukul 14.00 WIB siang.

“Wah, ieu mah alus pisan. Bukuna teh leucir! Tuh tingali gambarna (Wah,
ini bagus sekali. Bukunya mulus! Tuh lihat gambarnya),” ujar seorang anak
saat melihat buku cerita bergambar warna-warni yang mungkin jarang sekali
mereka sentuh.

Mereka adalah anak-anak jalanan yang sedang asyik memanfaatkan fasilitas
mobile class (kelas berjalan). Sebuah tempat belajar masyarakat (TBM) baru
yang disosialisasikan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas
bersamaan dengan digelarnya sosialisasi Program Kesetaraan di BP-PLSP
Regional II Jawa Barat, di Lembang.

Mobil ini, menurut Direktur Kesetaraan Ditjen PLS Depdiknas Ella
Yulaelawati, secara nasional jumlahnya baru 15 unit. Digunakan untuk
membantu masyarakat dalam mengakses pendidikan, terutama masyarakat yang
tidak terjangkau pendidikan formal.

Selain untuk anak-anak jalanan, mobil ini digunakan pula oleh anak-anak di
pinggiran kota dan anak-anak yang berada di daerah-daerah bencana seperti
Aceh dan Yogyakarta.

Untuk Jawa Barat, menurut Kasubdin PLS Disdik Jabar Herang Abiyanto,
mobile class merupakan bentuk sikap proaktif pemerintah dalam memberikan
akses pendidikan untuk semua lapisan. Untuk Jawa Barat, mobil ini baru
dioperasikan 3 unit, yakni di Kota Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.

Mobile class dilengkapi 200 buku, sarana belajar, dan empat orang tutor.
Bersama para tutor inilah, mereka belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Sedangkan anak-anak usia dini, diajak menggambar dan bercerita.

“Sae pisan neng. Barudak mah jadi resep we (Bagus sekali, neng. Anak-anak
jadi senang),” ujar seorang ibu.

Bila hari hujan, anak-anak ini dapat menggunakan mobil tersebut sebagai
ruang kelas. Seperti siang itu, saat hujan turun, semua anak membawa buku
dan mainan mereka masuk mobil. Para tutor pun melanjutkan ceritanya di
dalam mobil dengan kapasitas ruang duduk sampai 40 orang.

Selain mobile class dalam bentuk mobil, terdapat pula dalam bentuk sepeda
motor. Sarana ini berupa sepeda motor yang dilengkapi boks. Untuk Jawa
Barat, sepeda motor boks ini sudah ada 10 unit dan diprioritaskan untuk
kawasan pantura yang masih banyak angka putus sekolahnya.

Lalu, di manakah anak-anak jalanan Kota Bandung dapat menikmati sarana
ini? Datanglah ke Pasar Caringin, perempatan Dago-Merdeka, Jln. Supratman,
dan Jln. Gatot Subroto. “Di sana, mereka dapat belajar sambil bermain,”
ujar Ketua Kelas Berjalan Kota Bandung Rudy P. Wiriatmadja.
(Eriyanti/”PR”)***

Salam

Om Ino

Iklan

Entry filed under: Petikan Berita.

Kebiasaan di beberapa negara :D Mak Comblang

2 Komentar Add your own

  • 1. ica  |  30 Januari 2007 pukul 7:00 am

    walaupun cuma 4 tempat mobile class sementara anak jalanan di Bandung hampir ada di setiap perempatan, ya gpp lah setidaknya ada usaha dari pemerintah buat ngurangin anak-anak buta huruf di Bandung 🙂

    Balas
  • 2. Ai R  |  9 Februari 2007 pukul 1:47 am

    Ass. Wah fasilitas belajar model mobile class ini menarik dan atraktif. selain dapat melayani anak-anak yg tidak lagi mengenyam pendidikan di bangku sekolah formal, juga dapat memberikan kontribusi positif juga kegiatan pembelajaran di sekolah formal. Dengan model pembelajaran seperti mobile class ini nampaknya anak tidak akan bosan dan jemu…….Bagus dech!
    Untuk di Jabar terutama di Bandung terutama lagi Kab.Bandung, kelihatannya fasilitas ini baru terasa di daerah kota saja. Di daerah kabupaten nampaknya belum ada.Padahal di daerah kabupaten lumayan cukup banyak anak yang putus sekolah apalagi di pedaerahan yach dapat dikatakan fasilitasnya belum lengkap (seolah agak tertinggal gitu!). Kalau boleh usul sech, gimana kalau mobile class itu diadakan juga di daerah pelosok-pelosok seperti itu. Saya yakin respon dari masyarakat di pedaerahan akan lebih antusias………
    Hidup pendidikan!!!!!!!!!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 64.039 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Clicks

  • Tidak ada

%d blogger menyukai ini: