Archive for Mei, 2007

Kekhawatiran Menjelang Sidang Tesis

Saya tidak tahu apakah kejadian ini normal adanya, yang jelas sejak aku mendaftarkan diri untuk ikut sidang tesis minggu lalu. Saya menjadi grogi tidak kepalang tanggung, mungkin orang yang disekitarku tidak terlalu merasakannya. Tetapi bagiku ini bagaikan fenomena gunung es, orang hanya melihat puncaknya, tetapi dasar gunungnya gak terlihat.

Saat tulisan ini saya buat, saya lagi menunggu giliran untuk maju, saya kebagian jam 11, yang sekarang maju adalah teman saya dari LPMP Sumut pak Yusuf. Saya berharap dapat melewati sidang ini dengan lancar. semoga semuanya lancar. AMin [-o

Salam

Om Ino

29 Mei 2007 at 2:13 am 1 komentar

Kekhawatiran Saat Hamil

Saat kehamilan datang dalam kehidupan anda, timbul perasaan bahagia yang tiada terduga, tetapi terkadang kebahagiaan yang anda rasakan itu “terganggu” oleh beberapa perasaan khawatir. Akibatnya, kondisi emosi kita ikut-ikutan terpengaruh. Berikut beberapa hal yang sering dikhawatiran oleh ibu hamil.

Khawatir menyakiti janin. Anda sering merasa takut dan ragu dalam melakukan beberapa hal yang sebelumnya merupakan kegiatan rutin. Misalnya berolahraga atau berhubungan intim. Juga, anda khawatir dan cemas kalu berbagai keluan dapat menyebabkan keguguran, seperti nyeri pada perut atau daerah panggul.

Khawatir menghadapi persalinan. Walaupun persalinan adalah seuah proses alami yang sekaligus menakjubkan dan sudah menjadi kodrat bagi seorang wanita untuk menjalaninya, tetapi sering ibu hamil tidak dapat menghilangkan rasa hawatir dan takut dalam menghadapi proses persalinan tersebut. Percayalah bahwa anda benar-benar yakin akan semua ini, maka perlahan-lahan akan tumbuh keberanian dalam diri anda.

Khawatir tidak mampu berlaku adil. Tidak sedikit ibu yang merasa khawatir tidak mampu berlaku adil terhadap si sulung setelah adiknya lahir. Bahkan banyak juga yang tidak mampu berbagi perhatian dan waktu pada pasangannya.

Semua kekhawatiran ini sebenarnya mampu Anda atasi, asal Anda memiliki tekad yang kuat untuk mengendalikan emosi Anda dan tidak larut secara berkepanjangan. Karena apapun yang anda alami selama masa kehamilan merupakan sesuatu yang wajar dan dialami pula oleh ibu hamil lainnya.

Sumber : http://www.ibuhamil.com/new_design/lihat_artikel.php?id=111&asal=2&limit=20

Salam

Om INo

12 Mei 2007 at 10:39 am 1 komentar

Makanan yang dipantang (tabu) dan dianjurkan selama kehamilan dan menyusui – Fakta atau Mitos?

http://www.ibuhamil.com/new_design/lihat_artikel.php?id=126&asal=2&limit=20

“Jangan sampai berat badan bertambah terlalu banyak atau anda akan sulit melahirkan karena bayi yang terlalu besar”.
“Makanlah makanan ini untuk membersihkan darah kotor setelah melahirkan”
“Jangan mengkonsumsi ikan ini ini karena dapat memperparah terjadinya pendarahan”

Kita seringkali mendengar kalimat-kalimat seperti ini yang ditujukan untuk wanita yang sedang hamil atau baru saja melahirkan. Tanpa mengetahui apakah saran-saran tersebut bermanfaat atau membahayakan kesehatan, saran-saran ini telah disampaikan dari generasi ke generasi dalam masyarakat.

KEHAMILAN
Nutrisi selama kehamilan dan menyusui sangat penting karena berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Selama kehamilan, ibu dianjurkan untuk meningkatkan asupan kalori, protein, kalsium, zat besi, asam folat dan vitamin serta mineral lainnya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang meningkat selama kehamilan dan juga agar bayi dapat lahir dengan berat normal. Walaupun demikian, kepercayaan yang sudah turun-temurun, kemiskinan, kurangnya pemeriksaan kehamilan dan kurangnya informasi mengenai nutrisi sera faktor-faktor lainnya dapat mempengaruhi cara pandang seseorang tentang saran-saran yang berhubungan dengan makanan ini. Selain itu, masyarakat juga banyak yang percaya bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang, bertambah berat badannya dan menginginkan (ngidam) makanan atau barang-barang tertentu.

Di berbagai suku juga dipercaya bahwa pada saat seorang wanita dinyatakan positif hamil, maka ia tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan tertentu (tabu) untuk menjaga perkembangan dan kelahiran yang sehat. Banyak yang percaya bahwa pada awal kehamilan, makanan yang asam atau memiliki bagian yang tajam (ikan lele, ikan pari yang berduri, dan nanas) harus dihindari karena makanan tersebut berhubungan dengan komplikasi pada kehamilan (seperti aborsi, pendarahan). Makanan yang harus dipantang (tabu) juga ditekankan untuk menghindari terjadinya tanda lahir dan juga cacat pada bayi.

SETELAH MELAHIRKAN
Banyak kebiasaan yang berhubungan dengan makanan atau kegiatan lain selama pemulihan yang sangat membantu ibu agar segera pulih setelah melahirkan. Ibu disarankan untuk beristirahat dan pekerjaan rumah diambil alih oleh anggota keluarga yang lain sehingga ibu bisa makan dengan baik, memberikan perhatian penuh pada bayinya dan kembali sehat. Sehubungan dengan makanan, memberikan makanan yang lebih banyak atau mempersiapkan makanan khusus untuk ibu dapat bermanfaat untuk kesehatannya. Akan tetapi, beberapa makanan tabu setelah melahirkan tidak memberikan efek yang positif terhadap kesehatan dan kondisi gizi ibu. Pada beberapa daerah, larangan mengkonsumsi telur, daging dan makanan yang mengandung protein tinggi lainnya dapat mengurangi asupan gizi yang penting. Banyak buah-buahan dan sayuran yang juga dilarang untuk dikonsumsi padahal sangat dibutuhkan oleh ibu yang baru melahirkan dan ibu menyusui.

Untuk ibu-ibu yang menyusui bayinya, makanan yang dianjurkan atau dilarang selama masa pemulihan juga berkaitan dengan bayinya. Makanan dingin (beberapa jenis buah dan sayuran) dilarang untuk dikonsumsi karena dipercaya dapat menyebabkan mual, kejang perut hingga kolik pada bayi. Sedangkan jamu (obat-obatan herbal tradisional) yang disarankan untuk wanita yang baru melahirkan juga dapat terlalu “panas” untuk bayi.

BEBERAPA SARAN
Apakah saran atau larangan yang berkaitan dengan makanan tersebut bermanfaat bagi gizi dan kesehatan? Hal ini sangant sulit untuk dipastikan karena kurangnya bukti-bukti secara ilmiah. Walaupun demikian, pedoman berikut ini mungkin dapat membantu anda untuk mengambil keputusan.

1. Selama kehamilan, kebutuhan anda untuk semua nutrisi meningkat, baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh anda dan juga untuk pertumbuhan bayi anda. Anda dapat memperoleh semua nutrisi yang anda perlukan (kecuali zat besi dan asam folat) setelah memilih dengan baik dari berbagai jenis makanan sehari-hari. Hal yang paling penting adalah anda harus memperoleh kalori yang cukup untuk mempertahankan pertambahan berat badan secara perlahan dan stabil selama kehamilan.
2. Pada saat menyusui, pola makan anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu yang penting untuk mengoptimalkan status gizi ibu setelah melahirkan dan kualitas serta kuantitas asi yang dihasilkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.
3. Walaupun laporan-laporan yang bersifat subjektif dan kepercayaan para ibu menyebabkan beberapa ibu menghindari beberapa makanan tertentu pada saat menyusui, tidak ada data penelitian yang membuktikan bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Efek terjadinya aroma tertentu pada asi belum diketahui dengan pasti, tetapi rempah-rempah dan makanan yang beraroma kuat (bawang putih) dapat mempengaruhi aroma asi. Walaupun demikian, banyak juga ibu-ibu yang menyatakan bahwa mereka dapat mengkonsumsi makanan apapun tanpa menyebabkan masalah pada bayinya atau mungkin kebanyakan bayi tidak merasa terganggu. Jika makanan tertentu menyebabkan bayi anda menjadi rewel atau kolik, cobalah untuk menghindari makanan tersebut selama 3 hari. Kemudian, anda dapat mengkonsumsinya kembali dalam jumlah sedikit sesuai kemampuan bayi untuk menerimanya. Seringkali, daya tahan bayi terhadap makanan tertentu semakin baik untuk sebagian besar makanan pada saat mereka berusia empat atau 5 bulan.

Sumber : Dr. Zalilah Mohd Shariff
Departemen Ilmu Gizi dan Kesehatan
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UPM

Salam

Om Ino

12 Mei 2007 at 10:34 am 1 komentar

Ilustrasi Kegiatan Penelitian (Research)

Tulisan ini saya angkat karena terinspirasi dengan pendapat MR BR waktu saya bimbingan dengan beliau mengenai penelitian untuk tesis kami (saya dan Mr Riza). Dalam diskusi tersebut beliau memaparkan bahwa perbedaan kapasitas keilmuan seorang S1 dan S2 terletak pada kedalaman pemahaman terhadap bahasan penelitian yang dilakukan. Penelitian yang dilakukan oleh seorang S1 berfokus pada penggunaan teori yang telah diteliti oleh peneliti sebelumnya dalam menghasilkan produk, sedangkan peneliti S2 justru lebih berfokus pada penentuan teori apa yang dipakai dalam penelitian, alasannya dan bahkan membuat opini sendiri berdasarkan pebandingan pendapat peneliti-peneliti sebelumnya.

Persoalan yang sering dihadapi seorang peneliti adalah kecenderungan untuk memperoleh hasil penelitian sampai pada nilai nominal 100% padahal tidak semua penelitian dapat mencapai hasil mutlak 100%. Menurut pak Albarda, terkadang suatu penelitian dapat dianggap selesai hanya pada ambang 80% atau 90% karena memang disitulah titik kulminasi tertingginya. Sedangkan menurut Mr BR, beliau mengilustrasikan kegiatan penelitian  laksana proses penelusuran hutan belantara yang terkadang sampai pada tujuan namun tidak jarang juga berujung pada jurang yang dalam atau tebing yang tinggi yang sulit untuk dilalui. Hal ini secara ilmiah sudah dapat dianggap sebagai sumbangsih penting dalam suatu penelitian, minimal sebagai rambu bagi peneliti berikutnya bahwa jalur tersebut menemui jalan buntu sehingga peneliti berikutnya dapat memilih alternatif jalan lain.

Okkei…. (MRS ACK)

Sepp Next (Mr BR)

Dari mana ini ??? 😀 (Mr AlBDR)

Bobot ilmiahnya kurangggg salah ini 😀 (MR KPRYT)

Salam peneliti

OM INo

10 Mei 2007 at 4:25 am Tinggalkan komentar

Antara tega dan enggak tega

Saya sering kali diperhadapakan dengan persoalan, di mana menurut kacamataku seseorang itu telah melakukan kekeliruan yang mungkin tidak disadari olehnya. Tetapi timbul persoalan lain di mana kalau saya memberitahukan tentang kekeliruan yang dia lakukan takutnya ditanggapi lain dan kalau saya tidak memberitahukannya maka hal tersebut akan terus dilakukan dan tentu saja akan berakibat buruk baik terhadap dirinya sendiri maupun orang di sekelilingnya.

Baiknya gimana ya??? ngomong ke dia apa enggak???

Pusing nih…(*&*&@*#)*@)(*()*$#)($*

MInta

Om Ino

10 Mei 2007 at 3:52 am 1 komentar


Blog Stats

  • 68.023 hits
Mei 2007
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Clicks

  • Tidak ada