Archive for Juni, 2007

Wisata Kuliner

Sebenarnya kali ini saya paksakan untuk memakai judul wisata kuliner :D.  Karena ketika saya berkunjung ke salah satu warung di dekat kantor bukan berencana untuk melakukan wisata kuliner, tetapi memang untuk melakukan makan siang.

Menu yang kami santap adalah pallu basa, merupakan masakan khas dari makassar, sejenis coto tetapi biasanya pariasi dagingnya beda dan yang menjadi ciri khas adalah kelapa sangrainya.

Jadi yang ingin mencoba salah satu menu itu dapat mencoba di samping kantor BKKBN Propinsi Sul-Sel.

Berikut FOto betapa lezatnya… maknyozzzz.

kuliner

Salam

Om Ino

29 Juni 2007 at 6:33 am 1 komentar

Dimensi keempat

Bentangan jarak dan perbedaan waktu tidak mampu membendung geliat akselerasi di dimensi keempat, semua sendi kehidupan tidak terpengaruh dengan sekat-sekat tersebut. Semua dapat berjalan seperti sebelumnya.

dapatkah hal ini terjadi pada dimensi 1?
dapatkah hal ini terjadi pada dimensi 2?
dapatkah hal ini terjadi pada dimensi 3?
Dapatkah hal ini terjadi pada dimensi lain?

Bagaimana memodelkannya ke dunia nyata???????

tugas ini dikumpul sebelum final

:D:D:D:D

Salam

Om Ino

29 Juni 2007 at 3:02 am 2 komentar

Power off Ten (pangkat sepuluh)

Dalam domain fisika, matematika maupun domain engineer lainnya, kita sering mengekspresikan angka dengan pangkat sepuluh.
berikut data pangkat sepuluh, sebagai pengingat kembali :

Nano 1/1000000000 n
Micro 1/1000000 u
Milli 1/1000 m
Centi 1/100 c
Desi 1/10 d
Kilo 1000 k
Mega 1000000 M
Giga 1000000000 G

Berikut adalah ekspresi dari pangkat sepuluh. Yang sekarang lagi dikembangkan adalah Nano teknologi, teknologi yang menggunakan besaran 1/1000000000 (seper sejuta).

Salam

Om Ino

29 Juni 2007 at 2:46 am 4 komentar

Kantorku Sayang, kantorku yang malang

Rabu siang kemarin hujan mengguyur kota Makassar, siang hari yang begitu terik tiba-tiba berganti dengan awan mendung menyelimuti angkasa kota angin mamiri ini. Hujan ini mengguyur hingga sore hari.

Setelah jam kantor usai, seperti biasa seluruh karyawan bergegas untuk pulang kerumah masing-masing, termasuk saya sendiri. Saya tersentak kaget karena saat keluar dari rungan ICT beberapa area sekitar ruangan tergenang air (BANJIR). Kemudian saya berjalan ke gedung utama di bagian depan melalui selasar yang tidak tergenang, saya pun kembali kanget karena di halaman depan kantor juga tergenang air, bahkan di dalam lobi utama juga tergenang air. Memang kondisi kantor sekarang dalam proses revisi fisik, namun saya tidak menyangka akan terjadi genangan di mana-mana.

banjir

Oh kantorku sayang, oh kantorku yang malang…..

Salam

Om Ino

28 Juni 2007 at 3:12 am 1 komentar

Mencoba menyesuaikan ritme dengan lingkungan baru

Hari Jumat, tanggal 22 Juni 2007, saya mulai untuk ikut beraktifitas kembali ke kantor saya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sul-Sel, setelah hampir 2 tahun ikut pendidikan di ITB.

Kondisi yang saya alami sekarang hampir sama seperti pertama kali saya menginjakkan kaki di kantor ini, apa lagi suasana kantor yang agak sembrawut karena revisi fisik, sehingga ruangan kerja makin terbatas.

Semoga masa adaptasi kedua saya ini di kantor dapat berjalan dengan baik, apalagi dengan sambutan teman-teman yang hangat dan dukungan dari pimpinan. Amin

Salam

Om Ino

27 Juni 2007 at 7:11 am 2 komentar

Lindungi anak-anak dari perkosaan maya!

Pemerkosaan virtual? Memang ada? Siapa yang jadi korban? Yang menangkap polisi virtual?

Hukumannya virtual juga…disuruh mengirim email ke ke 1000 orang yang isinya “Saya tidak akan melakukakan pemerkosaan virtual lagi.”

“Elu bercanda kali.” begitu kata seorang teman yang punya anak yang beranjak remaja, cas-cis-cus berbahasa Inggris dan sering online (di Internet).

Ini hal serius terutama bagi orang tua yang tidak ingin anaknya diperkosa (dari Internet), yang tidak ingin anaknya di-”hack”…
Pemangsa anak banyak sekali berkeliaran di dunia maya. Caranya? yang paling umum digunakan adalah online chatting. Si anak akan dibujuk rayu untuk melakukan tindakan-tindakan seksual sesuai dengan arahan pemerkosa. Pemerkosa mendapat kenikmatan seksual saat chatting atau akan lebih menikmati lagi jika komputer si korban sudah dilengkapi dengan web camera.

Menjijikan? ya!
Tapi lebih dari itu…MENGERIKAN !!! Si anak dirusak kepribadiannya…masa depannya…
Lalu apa yang bisa kita lakukan?

1. Beri pengarahan pada anak kalau di Internet sulit memastikan kita sedang berhubungan dengan siapa. Ceritakan dongeng Jubah Merah. Tekankan, walau dongeng tersebut dibuat sejak puluhan tahun yang lalu sebelum ada Internet, namun tetap dan akan terus terjadi. Ingatkan kalau : Semua serigala (digital) berbulu domba.
2. Beri pengertian pada anak untuk tidak memberikan informasi-informasi pribadi (alamat lengkap, nomer telepon, sekolah, dll) di Internet.
3. Letakan komputer ditempat “terbuka” sehingga mudah diawasi.
4. Ciptakan komunikasi yang baik sehingga si anak mau menceritakan secara terbuka “kehidupannya” di dunia maya.
5. Jika dianggap perlu, pasang beberapa program pemantau yang merekam seluruh aktifitas online.
6. Informasikan hal ini ke teman dan saudara supaya jangan sampai anak mereka menjadi korban perkosaan.
7. security-1st.net sedang menyusun program Awareness Campaign ke sekolah-sekolah untuk murid, orang tua dan guru. Daftarkan diri anda sebagai volunteer untuk berpartisipasi dalam program ini. Kirim email ke awarenesscampaign [at] security-1st.net

Di negara-negara lain sudah banyak korban.

Di negara tercinta ini bukannya tidak ada…tapi tidak tahu kalau sudah ada korban.

Sumber – http://think.security-1st.net/?p=68

Salam

Om Ino

7 Juni 2007 at 5:11 am 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 68.023 hits
Juni 2007
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Clicks

  • Tidak ada