Archive for Juli, 2007

Lonjakan Tunjangan PNS di Departemen Keuangan Dipertanyakan

Reformasi Depkeu: Lonjakan Tunjangan PNS Dipertanyakan
17 Juli 2007 Jakarta, Kompas – Dewan Perwakilan Daerah atau DPD mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menaikkan secara drastis tunjangan pegawai negeri sipil di Departemen Keuangan yang besarnya mencapai jutaan, bahkan hingga puluhan juta rupiah.
Selain menabrak undang-undang, kebijakan tersebut dinilai dapat menimbulkan rasa ketidakadilan di antara sesama pegawai negeri sipil (PNS), serta bisa memicu instabilitas.
Wakil Ketua DPD Laode Ida (Sulawesi Tenggara) didampingi Nursyamsa Hadis (Kalimantan Timur) dan Parlindungan Purba (Sumatera Utara) mengemukakan hal itu dalam konferensi pers di Gedung DPD, Senin (16/7).
“Kalau ada instansi menaikkan gaji/tunjangan sekonyong-konyong dan perbedaannya sangat tajam, kondisi ini sangat tidak adil. Tidak ada anak emas atau anak tiri,” ucap Laode.
Kebijakan itu juga melanggar Pasal 7 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.
Pasal itu menyebutkan, “Setiap pegawai negeri berhak memperoleh gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya”.
“Kita mendukung adanya kenaikan tunjangan PNS dengan catatan berlaku umum di departemen lain, di seluruh daerah, termasuk di desa-desa. Persoalannya, apakah anggaran kita mampu?” papar Laode.
Dalam kaitan itu, Laode meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meninjau kembali kebijakan itu. Tunjangan yang sudah diberikan kepada pegawai pun harus dikembalikan ke kas negara.
Departemen Keuangan menjadi proyek percontohan reformasi birokrasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengemukakan, reformasi birokrasi dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang efisien dan efektif sehingga bisa memberikan pelayanan publik yang prima.
Bisa timbulkan instabilitas
Program utama reformasi birokrasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi, perbaikan sistem tata laksana, peningkatan manajemen sumber daya manusia, dan perbaikan struktur remunerasi.
Dengan sistem remunerasi berbasis kinerja, terdapat 27 tingkatan pekerjaan di lingkungan Depkeu.
Untuk memberikan kenaikan tunjangan khusus pembinaan keuangan negara (TKPKN), anggaran tunjangan Depkeu meningkat Rp 4,3 triliun dengan nilai yang bervariasi, mulai dari tingkat 27 sebesar Rp 1,33 juta sampai tingkat 1 (dirjen dan pejabat eselon satu) senilai Rp 46,95 juta.
Nursyamsa khawatir kebijakan ini dapat menimbulkan instabilitas. Dia juga menyesalkan jika kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden.
“Apa bedanya kebijakan di Depkeu yang menguntungkan diri sendiri ini dengan DPRD yang menaikkan tunjangannya sendiri dan akhirnya terseret kasus korupsi,” tutur Nursyamsa.
Parlindungan Purba berkeyakinan, kenaikan tunjangan tidak otomatis akan meningkatkan kinerja PNS. Standardisasi pelayanan publik, menurut dia, jauh lebih penting.
“Kalau perilakunya masih konsumtif, seberapa besar pun tunjangan diberikan akan sama,” ujarnya. (sut)
Sumber: www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/17/ekonomi/3694550.htm, 17 juli 2007

Salam

Om Ino

30 Juli 2007 at 6:42 am Tinggalkan komentar

Mulai Ngajar lagi

Hari ini saya mulai mengasah kembali kemampuan ngajar, kebetulan di kantor ada siswa PKL yang melakukan prakering dari berbagai SMK, lumayan pesertanya sampai berjumlah 15 orang yang tidak mempunyai kegiatan secara terjadwal. Akhirnya saya meminta kepada teman yang menerima mereka untuk mengurusnya, mulai dari membuat jadwal kegiatan sampai mengikutkan mereka ke kelas IT Essential 1  CNAP RA LPMP Sul-Sel tentunya tanpa pungutan biaya.

Tadi saya membawakan materi Chapter 1 dan juga materi yang saya cuplik dari presentasi pak Budi Rahardjo tentang Keamanan Informasi. Thanks pak BR yang menyediakan materi presentase secara online.

Saya berharap para siswa PKL di LPMP Sul-sel mendapat bekal yang cukup untuk dapat bersaing di dunia industri.

Salam

Om INO

30 Juli 2007 at 2:46 am 1 komentar

Blog Statsku

Untuk komunitas blogger dua kata ini pasti sudah tidak asing lagi di mata dan telinga, karena para komunitas blogger memantau blognya melalui parameter blog stats.

Blog stats merupakan fasilitas yang disediakan oleh layanan blog yang bertujuan untuk mengetahu jumlah pengujung dalam suatu blog biasanya satuannya dalam bentuk hit.

Beberapa situs juga menggunakan couter untuk mengetahui jumlah pengunjung yang masuk ke dalam situsnya.

Sebagai informasi blog saya ini telah mencapai 8888 pengunjung, bukan jumlah yang besar, tetapi saya tertarik dengan angka 8 yang berulang 4 kali. Jumlah ini masih belum seberapa jika dibandingkan dengan blog stats dari blognya pak Budi Rahardjo yang telah mencapai angka 357.951 hits, sungguh angka yang fantastis.

Berapakah Blog Stats anda? apakah telah melampaui blog statsku atau malah melampaui blog stats dari pak Budi Rahardjo ??

So benahilah blog anda agar blog statsnya makin meningkat 😀

Salam

Om Ino

26 Juli 2007 at 1:38 am 2 komentar

Pakaian Toga untuk Wisuda

Saya heran kenapa setiap acara wisuda pakaian yang di gunakan bermodel TOGA, saya juga tidak ada informasi kenapa mesti model terbut, dan acara wisuda pertama kapan di gelar, oleh institusi mana dan yang mendesain model toga ini siapa???

ada info gak???

Salam

Om Ino

25 Juli 2007 at 5:09 am 1 komentar

Banggakah anda sebagai bangsa Indonesia??

Kalau diperhadapkan dengan pertanyaan tentang kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, seharusnya saya menjawab bangga. Tetapi jawaban bangga ini mulai tergantikan dengan tidak bangga lagi karena beberapa pergeseran nilai patriotisme yang secara global dalam masyarakat Indonesia tanpa disadari mulai terjadi. Mudah-mudahan kaca mata penilaianku salah.

Dalam beberapa aspek, sudah sangat minim kebanggan sebagai bangsa Indonesia, misalnya :

  1. isu separatisme di beberapa daerah merupakan tolak ukur yang jelas bahwa di beberapa daerah tersebut sudah mulai gerah dengan mengusung nama Indonesia.
  2. di kancah percaturan politik, kalau di lihat dari hasil survey pada Pemilu kemaren maupun pilkada di beberapa daerah, jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput = golongan putih) tergolong jumlah yang tidak sedikit, entah didasari oleh ketidak pedulian atau ketidak puasan dengan sistem yang ada.
  3. para ahli kelahiran Indonesia lebih cenderung mengabdikan ilmunya di negara lain dibandingkan di negara sendiri.
  4. trend penggunaan produk lebih memilih merek luar negeri dari pada merek dalam negeri, terlepas dari kualitas atau memang belum ada produk dalam negeri untuk jenis produk yang di pilih tersebut.
  5. perayaan hari-hari besar kenegaraan bahkan sampi hari kemerdekaan tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Bahkan pernah ada anak SMK yang terheran-heran mendengar lagu indonesia raya berkumandang.
  6. bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang telah mengharumkan nama Indonesia kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Namun ada secercah kebahagiaan yang saya rasakan saat tim PSSI melakukan pertandingan di ajang piala Asia, dimana para pendukung cukup antusian mendukung PSSI sehingga saya berkesimpulan bahwa jiwa nasionalisme masih ada dalam diri bangsa Indonesia, hanya perlu untuk dikobarkan lagi…..

Salam

Om Ino

25 Juli 2007 at 4:57 am Tinggalkan komentar

Intermezzo: 40 tahun mesin ATM

ATM mesin pertama di dunia dipasang di Barclays Bank cabang Enfield, London Utara 40 tahun yang lalu dan digunakan pertama kali oleh Reg Varney.

Inspirasi untuk membuat mesin ATM didapatkan oleh John Shepherd-Barron ketika sedang mandi yang diawali dengan ide sederhana: Mengganti isi Chocolate Bar Dispenser dengan uang.

Konsep PIN sebanyak 4 angka yang menjadi standar dunia digunakan karena saat ditanya oleh suaminya, Caroline (istri John) menjawab dari meja dapur bahwa ia hanya bisa mengingat sebanyak 4 angka.
sumber: BBC News

Salam

Om Ino

9 Juli 2007 at 7:20 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 68.023 hits
Juli 2007
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tidak ada