Dikotomi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama…

2 Juli 2007 at 1:11 am 3 komentar

Dalam benak saya Islam adalah agama dari Tuhan yang esensinya adalah 1, namun ternyata dalam perkembangannya telah terbentuk paham, aliran-aliran, atau apapun istilahnya yang ternyata membuat beberapa ciri khas yang tujuan untuk membuat perbedaan, sehingga tidak disebut sama dengan paham ato aliran lainnya.

Terlepas dari pembenaran dari masing-masing paham ato aliran tersebut, saya sempat memiliki pemikiran dan mungkin telah banyak yang berfikir bahwa ada konsfirasi yang telah terencana ditingkat global yang memang menginginkan agar kondisi ini terus terjadi, dengan kata lain tidak senang dengan kejayaan muslim sehingga berusaha untuk memisahkan, memecah belahnya.

Seharusnya Umat muslim di Indonesia juga mulai berfikir global, dimana jika umat seluruh umat Muslim di Indonesia berdiri dalam satu bendera (Muslim tanpa dikotomi muhammadiyah ato NU) maka akan menjadi kekuatan baru yang tentunya disegani di kancah global. Sebagai informasi Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Salam

Om Ino

Iklan

Entry filed under: Serba Serbi.

Wisata Kuliner Rayuan Gombal

3 Komentar Add your own

  • 1. joniandra  |  2 Juli 2007 pukul 3:55 am

    Rasulullah juga pernah meramalkan bahwa suatu ketika umat islam ini banyak dari segi kuantitasnya, tetapi mereka seperti makanan di meja makan.. dari setiap sisi orang akan melahapnya. dan itulah contohnya kita telah dilahap oleh permainan politik yang akhirnya memecah belah umat islam itu sendiri.

    Balas
  • 2. arifnur  |  17 Agustus 2007 pukul 10:27 am

    Hik sebagai orang Muhammadiyah saya sebenernya gak sepakat… karena adanya Muhammadiyah dan NU itu bukan untuk memecah , namun mengorganisir barisan orang Islam. Namun sah sah saja kok kalau mau bilang gitu…, gak salah juga

    Balas
  • 3. dede  |  8 Desember 2008 pukul 10:18 pm

    baik NU maupun MUHAMMADIYAH sama saja. sama-sama ormas islam. sebaiknya solidaritas umat islam sendiri tetap dijaga. agar tidak menjadi celah bagi mereka yang tidak suka dengan islam. analoginya begini kita sama-sama mau ke jakarta tapi kamu naik pesawat dan aku naik kapal. insya Allah sama-sama sampaikan?? sama saja kalau kita benar-benar paham dengan islam, tidak akan ada yang namanya dikotomi ormas. oke

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 64.038 hits
Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tidak ada

%d blogger menyukai ini: