Archive for Desember, 2007

Tantangan dalam penetrasi TI di Daerah

Di awal pencanangan untuk mempertipis jarak digital devide, infrastruktur adalah tantangan besar yang menjadi kendala utama, seiring dengan perkembangan teknologi, dimana kompetisi dari para produsen sehingga kecendrungan pasar untuk membidik segment pasar yang menengah ke bawah memberi sedikit angin segar karena beberapa kegiatan pengadaan infrastruktur sudah dapat menyentuh daerah-daerah tertinggal. Saya pun kurang paham apakah ini karena harga yang sudah terjangkau, atau memang komitmen dari pemerintah yang ingin mengentaskan buta TI (membuat masyarakat melek TI).

Penerasi program Pengadaan TI di daerah sangat gencar, tetapi masih terjadi juga dibeberapa daerah, akselarasi pengadaan TI tidak berbanding lurus dengan kemampuan para pengguna yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Mungkin perlu juga diperhatikan untuk lebih memadatkan kegiatan yang sifatnya mendidik/melatih para pengguna untuk betul-betul dapat memaksimalkan sarana dan prasarana TI tersebut. Jangan sampai jalan tol yang dibangun dengan biaya milyaran rupiah hanya dipakai oleh orang yang masih memakai sepeda. (ngapain bikin jalan tol mending buat gang aja :D)

Salam

Om Ino

12 Desember 2007 at 2:20 pm Tinggalkan komentar

Mestikah Tingkat Pendidikan Seseorang jadi Acuan dalam Memilih Pekerjaan??

Ada beberapa pendapat yang kadang membuat saya miris dan prihatin akan efeknya di masa yang akan datang. Ini terkait dengan pekerjaan yang digeluti dengan jenjang pendidikan seseorang.

Pengaruh budaya urban kian hari kian menjadi, orang lebih tergoda untuk mencari pekerjaan di daerah perkotaan, bahkan tak jarang meninggalkan perkerjaannya di daerah asal seperti tani, nelayan dll. hanya untuk menikmati oroma impian indah untuk bekerja di kota.

Hal ini juga berbanding lurus dengan beberapa pendapat masyarakat yang memicu minat untuk ikut ber-Urban-ria, dan meninggalkan pekerjaannya, salah satu pendapat “Ngapain kamu sekolah tinggi-tinggi klu akhirnya ngerjain sawah?”, atau pendapat … “Percuma donk kamu sekolah di luar negeri klu pulang ngurusin kebun melulu…”, atau pun pendapat ini “Saya sekolah biar bisa kerja di kantoran.”.
Kalau pendapat tersebut jadi acuan, maka tidak akan adalagi anak bangsa yang mau mengurusi sawah, tidak ada lagi yang mau ngurusi laut, tidak adalagi yang mau ngurusi kebun, semuanya mau bekerja di kantor. Padahal lapangan kerja dikantoran makin sedikit karena persaingan yang makin ketat.

Lalu kalau tidak ada yang bekerja di sektor riil seperti petani, nelayan dll, akhirnya produksi beras akan menurun, maka langkahnya kita akan impor beras. Kalau tidak ada lagi yang mau jadi nelayan, maka produksi hasil laut akan menurun, maka untuk menutupi kebutuhan hasil laut maka dilakukan impor. Kalau jumlah impor makin besar maka laju inflasi akan makin meningkat, maka upaya untuk memperbaiki ekonomi nasional akan makin sulit.

Sekarang sudah saatnya untuk mengubah cara pandang terhadap fungsi dari sekolah, guna dari pendidikan. Sehingga beberapa persepsi yang akan melemahkan kekuatan nasioanal terkait untuk pemulihan kondisi ekonomi dapat berjalan lebih baik.

Salam

Om Ino

8 Desember 2007 at 4:53 am Tinggalkan komentar


Blog Stats

  • 68.023 hits
Desember 2007
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Top Clicks

  • Tidak ada