Archive for April, 2008

Lipstick

According to a news report, a certain private school in Sydney was recently faced with a unique problem.

A number of 12-year-old girls were beginning to use lipstick and would put it on in the bathroom.

After they put on their lipstick they would press their lips to the mirror leaving dozens of little lip prints.

Every night the maintenance man would remove them and the next day the girls would put them back.

Finally the principal decided that something had to be done.

She called all the girls to the bathroom and met them there with the maintenance man.

She explained that all these lip prints were causing a major problem for the custodian who had to clean the mirrors every night – (you can just imagine the yawns from the little princesses).

To demonstrate how difficult it had been to clean the mirrors, she asked the maintenance man to show the girls how much effort was required.

He took out a long-handled squeegee, dipped it in the toilet, and cleaned the mirror with it.

Since then, there have been no lip prints on the mirror..

Salam

Om Ino

15 April 2008 at 9:38 am 1 komentar

Studi Banding ke AKPAR Makassar

Hari ini saya mendapat pengalaman menarik, saya di ajak oleh Robert untuk mendampingi Kelas Khusus berkunjuang ke Akademi Parawisata (AKPAR) Makassar. Awalnya saya kurang tertarik, tetapi karena ajakan dari Robert yang begitu gigih dan emang saya agak mulai tertarik dengan ajakan tersebut akhirnya saya mamutuskan ikut.

Kami berjumlah 20 orang, 18 orang anak SMU Kelas Khusus LPMP Sul-sel dan 2 orang lagi saya dan Robert. Kami di jemput dengan Bus AKPAR yang ber daya tampung sekitar 30 orang, di mana di dalam bus tersebut telah menunggu para mahasiswa Akpar yang diberi tugas menjadi Guede kami selama perjalan. Dalam perjalan menuju Akpar para mahasiswa tersebut bergantian menjelaskan tentang Akpar dan jurusan apa saja, dan juga dengan ramah menjawab segala pertanyaan yang kami ajukan. Saya pun baru tahu klu Akpar telah pindah alamat yang dulunya beralamat di Jl Cendrawasih, sekarang pindah ke jalan Gunung Rinjani Kota Mandiri Tanjung Bunga Makassar (Masuk di Area wisata Tanjung Bunga.

Sesampai kami di Akpar, rombongan di pecah menjadi 2 kelompok, tiap kelompok berjumlah 9 siswa, yang langsung di ajak keliling kampus, melihat sarana dan prasarananya seperti Dapur, Londri, Usaha Perjalanan dan terakhir berkumpul di ruang perjamuan.

Saya dan Robert langsung diarahkan ke ruang perjamuan, saya lalu dikenalkan dengan beberapa staf di sana, salah satunya adalah pak Putu, saya lalu diskusi tentang Akpar, tentang statusnya yang merupakan UPT pusat yang hanya terdapat di 4 kota, 2 dalam bentuk sekolah tinggi yang ada di Bandung dan Bali, 2 dalam bentuk DIII yang ada di Medan dan Makassar.

Saya pun diberi informasi tetang peluang kerja di industri perhotelan dan parawisata yang cukup terbuka peluangnya tentunya dengan iming-iming salary yang besar. Dijelaskan juga secara ringkas kurikulumnya, metode pembinaan, bahkan saya sempat melihat teknik pencampuran minuman yang lazim dilakukan oleh bartender.

Kemudian setelah para siswa berkumpul di ruang perjamuan, kami lalu disambut secara simbolis oleh pejabat dari AKpar, yaitu deputy director pak Hamsu Hanafi, serta Ketua Jurusan MHP pak Muh. Arifin yang memberikan penjelasan secara detail tentang konsep pendidikan yang diselenggarakan di AKPAR Makassar dan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan.

Nah Akhirna kami masuk ke moment inti, kami dilatih bagaimana sikap atau tata cara perjamuan resmi ala Amerika, kami diajarkan cara penggunaan peralatan perjamuan, sikap saat perjamuan, cara menyantap makanan, dijelaskan juga jenis makanan yang dihidangkan. Mulai dari Makanan pembuka, Sup, Makanan utama dan makanan penutup. Sambil makan kami diberikan contoh dan kami melakukan diskusi kecil. Saat bersantap saya didampingi dengan salah satu pegawai AKpar yang ternyata teman Robert juga IBu IRma klu gak salah namanya ( duh maaf ya bu klu salah nama, punten banget)…. Kami diskusi tentang parawisata, tentang profesi pramusaji, tentang peluang kerja dan tentunya saya juga tidak lupa menjelaskan tentang kantor saya share (gak mau kalah sih hehe).

Setelah semua ritual perjamuan kami lakukan dan kami pelajari langsung, akhir tiba waktunya kami pamit, kami lalu di arahkan kembali ke bus, lalu kami diantar kembali ke kantor kami di Jl. A. Pangeran Pettarani.

Sebuah pengalaman baru yang cukup menarik, membuka wawasan saya terhadap ranah parawisata, ternyata upaya profesionalismen di ranah tersebut cukup kental, mereka telah masuk ke pasar bebas dengan menembus industri parawisata internasional, ini terbukti dengan bekerjanya beberapa lulusan Akpar di dunia parawisata Internasional seperti di Hotel berbintang di negara Eropa, Asia dan Amerika, ada juga yang ikut di kapal pesiar.

Salam

Om Ino

10 April 2008 at 8:53 am 5 komentar

Words Of Wisdom

1. A day without sunshine is like night.

2. On the other hand, you have different fingers.

3. 42.7 percent of all statistics are made up on the spot.

4. 99 percent of lawyers give the rest a bad name.

5. Remember, half the people you know are below average.

6. He who laughs last, thinks slowest.

7. Depression is merely anger without enthusiasm.

8. The early bird may get the worm, but the second mouse gets the cheese in the trap.

9. Support bacteria. They’re the only culture some people have.

10. A clear conscience is usually the sign of a bad memory.

11. Change is inevitable, except from vending machines.

12. If you think nobody cares, try missing a couple of payments.

13. How many of you believe in psycho-kinesis? Raise my hand.

14. OK, so what’s the speed of dark?

15. When everything is coming your way, you’re in the wrong lane.

16. Hard work pays off in the future. Laziness pays off now.

17. How much deeper would the ocean be without sponges?

18. Eagles may soar, but weasels don’t get sucked into jet engines

19. What happens if you get scared half to death, twice?

20. Why do psychics have to ask you for your name?

21. Inside every older person is a younger person wondering, “What the hell happened?”

22. Just remember — if the world didn’t suck, we would all fall off.

23. Light travels faster than sound. That’s why some people appear bright until you hear them speak.

24. Life isn’t like a box of chocolates. It’s more like a jar of jalapenos.

sumber : http://funlok.com/index.php/mail-forwards/words-of-wisdom.html

Salam

Om Ino

5 April 2008 at 8:34 am 1 komentar

TOEFL vs IELTS

Adakah yang tahu kepanjangan dari kedua singkatan tersebut????
TOEFL merupakan singkatan dari “The Test of English as a Foreign Language” (www.boardingschoolsusa.com/English/articles/glossary-b.asp), sedangkat IELTS merupakan singkatan dari “International English Language Testing System” (www.find-mba.com/mba-glossary).

Keduanya merupakan lembaga untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bahasa inggris, yang dibuktikan dengan ukuran nilai tertentu dalam sertifikat masing-masing.

Perbedaan mendasar dari toefl dan ielts adalah konten ujian, di toefl ada 3 aspek utama yaitu :
1. Listening;
2. Structer;
3. Reading.

Sedangkan pada ielts ada 4 aspek utama yaitu :
1. Listening;
2. reading;
3. writing;
4. speaking.

perbedaan lain yaitu dari bobot peng-scorannya, toefl menggunakan ratusan dan ielts dibawah 10.
Banyak orang berpendapat bahwa test ielts lebih sulit dari toefl, mungkin karena ada writing dan speaking pada ielts test yang tidak terdapat pada toefl.
Ada beberapa alasan orang ingin memperoleh sertifikat toefl maupun ielts, di antaranya adalah untuk alasan pekerjaan maupun untuk melanjutkan study di negara yang mempersyaratkan sertifikat tersebut. Walaupun tidak sedikit juga yang hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa inggris.

Salam

Om Ino.

5 April 2008 at 7:35 am 3 komentar


Blog Stats

  • 68.023 hits
April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Top Clicks

  • Tidak ada