Studi Banding ke AKPAR Makassar

10 April 2008 at 8:53 am 5 komentar

Hari ini saya mendapat pengalaman menarik, saya di ajak oleh Robert untuk mendampingi Kelas Khusus berkunjuang ke Akademi Parawisata (AKPAR) Makassar. Awalnya saya kurang tertarik, tetapi karena ajakan dari Robert yang begitu gigih dan emang saya agak mulai tertarik dengan ajakan tersebut akhirnya saya mamutuskan ikut.

Kami berjumlah 20 orang, 18 orang anak SMU Kelas Khusus LPMP Sul-sel dan 2 orang lagi saya dan Robert. Kami di jemput dengan Bus AKPAR yang ber daya tampung sekitar 30 orang, di mana di dalam bus tersebut telah menunggu para mahasiswa Akpar yang diberi tugas menjadi Guede kami selama perjalan. Dalam perjalan menuju Akpar para mahasiswa tersebut bergantian menjelaskan tentang Akpar dan jurusan apa saja, dan juga dengan ramah menjawab segala pertanyaan yang kami ajukan. Saya pun baru tahu klu Akpar telah pindah alamat yang dulunya beralamat di Jl Cendrawasih, sekarang pindah ke jalan Gunung Rinjani Kota Mandiri Tanjung Bunga Makassar (Masuk di Area wisata Tanjung Bunga.

Sesampai kami di Akpar, rombongan di pecah menjadi 2 kelompok, tiap kelompok berjumlah 9 siswa, yang langsung di ajak keliling kampus, melihat sarana dan prasarananya seperti Dapur, Londri, Usaha Perjalanan dan terakhir berkumpul di ruang perjamuan.

Saya dan Robert langsung diarahkan ke ruang perjamuan, saya lalu dikenalkan dengan beberapa staf di sana, salah satunya adalah pak Putu, saya lalu diskusi tentang Akpar, tentang statusnya yang merupakan UPT pusat yang hanya terdapat di 4 kota, 2 dalam bentuk sekolah tinggi yang ada di Bandung dan Bali, 2 dalam bentuk DIII yang ada di Medan dan Makassar.

Saya pun diberi informasi tetang peluang kerja di industri perhotelan dan parawisata yang cukup terbuka peluangnya tentunya dengan iming-iming salary yang besar. Dijelaskan juga secara ringkas kurikulumnya, metode pembinaan, bahkan saya sempat melihat teknik pencampuran minuman yang lazim dilakukan oleh bartender.

Kemudian setelah para siswa berkumpul di ruang perjamuan, kami lalu disambut secara simbolis oleh pejabat dari AKpar, yaitu deputy director pak Hamsu Hanafi, serta Ketua Jurusan MHP pak Muh. Arifin yang memberikan penjelasan secara detail tentang konsep pendidikan yang diselenggarakan di AKPAR Makassar dan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan.

Nah Akhirna kami masuk ke moment inti, kami dilatih bagaimana sikap atau tata cara perjamuan resmi ala Amerika, kami diajarkan cara penggunaan peralatan perjamuan, sikap saat perjamuan, cara menyantap makanan, dijelaskan juga jenis makanan yang dihidangkan. Mulai dari Makanan pembuka, Sup, Makanan utama dan makanan penutup. Sambil makan kami diberikan contoh dan kami melakukan diskusi kecil. Saat bersantap saya didampingi dengan salah satu pegawai AKpar yang ternyata teman Robert juga IBu IRma klu gak salah namanya ( duh maaf ya bu klu salah nama, punten banget)…. Kami diskusi tentang parawisata, tentang profesi pramusaji, tentang peluang kerja dan tentunya saya juga tidak lupa menjelaskan tentang kantor saya share (gak mau kalah sih hehe).

Setelah semua ritual perjamuan kami lakukan dan kami pelajari langsung, akhir tiba waktunya kami pamit, kami lalu di arahkan kembali ke bus, lalu kami diantar kembali ke kantor kami di Jl. A. Pangeran Pettarani.

Sebuah pengalaman baru yang cukup menarik, membuka wawasan saya terhadap ranah parawisata, ternyata upaya profesionalismen di ranah tersebut cukup kental, mereka telah masuk ke pasar bebas dengan menembus industri parawisata internasional, ini terbukti dengan bekerjanya beberapa lulusan Akpar di dunia parawisata Internasional seperti di Hotel berbintang di negara Eropa, Asia dan Amerika, ada juga yang ikut di kapal pesiar.

Salam

Om Ino

Iklan

Entry filed under: Serba Serbi.

Words Of Wisdom Lipstick

5 Komentar Add your own

  • 1. fii  |  10 April 2008 pukul 9:04 am

    -Curang..kok cuman ber2 ..ndak ngajak2 yg lain :iri mode On, kan lumayan byk “Vitamin A” disana biar mata nggak cepat rsk

    Balas
  • 2. Arief Sumedang  |  10 April 2008 pukul 9:53 am

    Whhh Om yang patut dipertanyakan adalah pengalaman yang mana yang menjadi intinya ?
    pengalaman pariwisata atau “Vitamin A”

    Balas
  • 3. imran sinong  |  11 April 2008 pukul 4:58 am

    Kalau dibuat presentase 30% berbanding 70% lah, jadi 30% untuk pariwisatanya dan 70% untuk Vitamin A nya . Bisa aja loh….

    Balas
  • 4. mahlayati  |  24 September 2009 pukul 11:46 am

    saya pernah membaca nama salah satu dosen di akpar namanya adalah Drs. Wim Johannes Winowatan,S.Sos.CHA.M.Pd.
    maaf saya terlalu bodoh soal singkatan gelar. saya mau nanya CHA itu singkatan dari apa yaaa.
    makasih infonya..
    salam sukses untuk AKPAR.

    Balas
  • 5. linda  |  24 Mei 2010 pukul 3:17 pm

    hehehehe q angkatan 08 kls khusus lpmp … sblum masuk akpar … aq s4 berkunjung jg ke akpar sblum mjd mahasiswi akpar … jln ceritax hampir sm …. tp da crita lucux pas mkan siang wkwkwkw tak t-lupakan … jngmi dec diceritakan nanti malu tawwa orangx wkwkwkw

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 63.266 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Top Clicks

  • Tidak ada

%d blogger menyukai ini: