Semangat Guru Pembelajar

Peraturan menteri pendidikan nasional tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru menjadi dasar pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) sejak 2012. Hasil UKG di tahun 2015 kemudian menjadi profile kompetensi guru di Indonesia.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kemudian Menyusun 10 Modul setiap Mata Pelajaran maupun Kelompok kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang dibagi menjadi 10 Kelompok Kompetensi (KK), sehingga setiap mapel/paket keahlian memiliki 10 modul.

Modul dalam 10 KK setiap mapel ini pun dibuat menjadi 2 versi yaitu modul hardcopy yang dikemas setiap KK terdiri dari kompetensi profesional dan pedagogik juga di rancang dalam bentuk digital yang kemas ke dalam Learning Management System (LMS) :

  1. Moda Tatap Muka (TM).
  2. Moda Dalam Jaringan (DM)
  3. Moda Kombinasi.

Setiap guru akan mengikuti program Guru Pembelajar dengan tiga moda tersebut berdasarkan profile hasil UKG masing-masing yang telah dipetakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK di lingkup GTK bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan pusat belajar, menentukan Narasumber, Instruktur nasional dan peserta.

Saat ini telah sampai pada Fase Pelatihan Narasumber nasional dan Instruktur Nasional, ayo kita dukung dan sukseskan Program Guru Pembelajar demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Salam

Imran (Ino)

8 Juni 2016 at 8:29 am 3 komentar

Latihan menulis dengan menulis.

Menulis ternyata juga perlu latihan, layaknya pemain sepak bola, makin sering seorang pemain sepakbola berlatih maka potensi skillnya untuk meningkat semakin baik.

Pertemuan dengan Pak Mukti Ali (reporter dari Majalah Kemdikbud) memberikan arahan bahwa untuk mahir menulis maka langkah awalnya adalah haru mulai menulis.

rapat buletin

Pesan dari guru saya Dr. Budi Rahardjo, di http://rahard.wordpress.com adalah tulislah idemu jangan biarkan menguap begitu saja.

Ayo menulis.

Om Ino

 

7 Maret 2016 at 2:38 pm Tinggalkan komentar

Piala Adipura dan sampah

Salah satu kota yang sedang berkembang memajang beberapa monumen piala adipura yang pernah di raih sebagai simbol pencitraan berhasil pengelolaan kota bersih. Ironisnya masih banyak titik yang berbanding terbalik dengan nawacita dari adipura. Mungkin penyebabnya adalah tidak sebandingnya volume sampah dengan kemampuan armada kebersihan kota. Seiring dengan makin meningkatnya populasi penduduk kota, sampah rumah, kantor, industri meningkat drastis. pola pengelolaan sampah yang masih manual memungkinkan sampah yang dibuang di Tempat pembuangan sementara (TPS) seringkali menumpuk terlalu lama. Sehingga tidak jarang sampah itu meluber keluar dari bak sampahnya, atau dengan kreatifitas alakadarnya memasang papan pada kontainer sehingga daya muat kontainer menjadi lebih banyak. seperti pada gambar berikut.truk sampan

perlu upaya maksimal agar sampah di kota tercinta ini tidak mengotori lingkungan. pola pengelolaan sampah di kuatkan tata kelolanya, kemudian perlu juga penyadaran dari semua unsur tentang pengelolaan sampah.

Melihat perbandingan pengelolaan beberapa kota besar di negara lain memang masih berbanding terbalik, pemanfaatan teknologi yang maksimal serta kesadaran budaya hidup bersih masyarakat memicu percepatan iklim bersih. ayo hidup bersih.

Salam

Om Ino

 

15 Februari 2016 at 9:49 am Tinggalkan komentar

Reabiliy and Validity

Sydney, 4 November 2015

Proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas merupakan salah satu tugas pokok guru, untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses tersebut terhadap pemahaman peserta didik maka dilakukanlah pengukuran dalam bentuk tes/ujian, penugasan dan lain-lain, konsep dalam pengukuran adalah memastikan alat ukur itu valid dan realibel sehingga objek yang diukur itu sesuai dengan yang diharapkan

salah satu bentuk istrumen pengukuran adalah tes, dan bentuk tes yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dengan peserta yang cukup besar dan hasilnya dapat dianalisis dengan cepat adalah instrumen tes dengan bentuk tes pilihan ganda.

Begitu seringnya kita melakukan tes dengan instrumen pilihan ganda sehingga terkadang kita membuat istrumen soalnnya tidak mengikuti prosedur yang betul. Berikut beberapa langkah yang dapat dijadikan acuan untuk membuat instrumen penilaian dalam bentuk pilihan ganda.

Materi

  • Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian)
  • Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
  • Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari- hari tinggi)
  • Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.

Konstruksi

  • Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
  • Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
  • Ada pedoman penskorannya Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca

Budaya/Bahasa

  • Rumusan kalimat coal komunikatif
  • Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak  menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
  • Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
  • Rumusan soal tidak mengandung unsur SARA

Untuk lebih detail akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Sumber : http://gurupembaharu.com/home/download/panduan-analisis-butir-soal.pdf

Salam

Ino

4 November 2015 at 5:59 am Tinggalkan komentar

Senangnya belajar di tengah-tengan komunitas cerdas dan semangat

Aktifitas rutin dua bulan terakhir ini masuk pada perionde yang lumayan padat, kegiatan kantor, kegiatan di luar kantor maupun kegiatan keluarga berusaha saling serobot untuk masuk ke dalam skala prioritas. perlu perencanaan, komunikasi dan koordinasi yang matang antara pihak kantor, pihak di luar kantor dan pihak keluarga. agar semua rencana dapat berjalan dengan baik.

Kondisi tersebut akan berakhir indah jika ada hal penetuan secara priotas, lalu penentuan skala berat ringan, rasional dari waktu dan biaya serta aspek lain seperti tanggungjawab, kesenangan, fashion. sehingga terkadang harus memilih diantara beberapa pilihan.

Tetapi akhirnya semua berakhir indah karena semua jadwal dapat terakomodir dan semua aspek terlayani. THanks GOD.

 

Hari ini pun dapat berkah, bertemu komunitas guru-guru SMAK makassar di Hotel Denpasar. Terimakasih kepada pihak sekolah untuk dapat membuka pintu kerjasama dengan LPMP.

 

Salam

 

Om Ino

 

2 November 2013 at 9:23 am Tinggalkan komentar

PENERAPAN MOUSE MISCHIEF PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR

Gambar

IMRAN, S.Kom., MT

  1. A.      LATAR BELAKANG

Kurikulum 2013 telah diimplementasi di beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah sasaran. Sekolah tersebut telah memiliki guru inti atau guru sasaran yang telah dilatih untuk menerapkan kurikulum 2013 berdasarkan matapelajaran yang diampu. Implementasi kurikulum ditingkat sekolah yang dilakukan oleh guru telah dilengkapi dengan panduan, buku guru, buku siswa dan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan yang menjadi dasar dalam penerapan kurikulum ini.

 

Standar proses untuk kurikulum 2013 tertuang dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) nomor 65 tahun 2013. Permendikbud tersebut mengatur beberapa hal terkait perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Pada proses perencanaan pembelajaran yang tertuang melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu kepada beberapa prinsip penyusunan, antara lain : a). Perbedaan individual peserta didikantara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik; b). Partisipasi aktif peserta didik; c). Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian; d). Pengembangan budaya membaca dan menulisyang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan; e). Pemberian umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi; f). Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduanantara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; g). Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya; dan h). Penerapan teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Untuk memenuhi Prinsip penyusunan RPP maka diperlukan kreatifitas dan kemampuan guru untuk memberdayakan media dan sumber belajar yang mampu mengakomodir prinsip-prinsip tersebut. Untuk itu para guru diharapkan mampu memperkaya kemampuan masing-masing dalam hal penguasaan media dan sumber belajar sehingga dapat membantu siswa dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran berdasarkan KD yang ingin dicapai. Mouse Mischief merupakan salah satu tools yang disediakan oleh Microsoft untuk diintegrasikan dalam aplikasi MS Power Point versi 2007, 2010 dan 2013 yang memungkinkan guru mendesain pembelajaran dalam RPP yang memenuhi prinsip penyusunan RPP sehingga siswa dapat dibelajarkan dalam proses belajar mengajar.

 

  1. B.      PENGENALAN MOUSE MISCHIEF
  2. Pengertian

Aplikasi Mouse mischief merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft yang dapat diunduh secara gratis melalui web site resmi Microsoft seperti pada link berikut ini : http://www.microsoft.com/multipoint/mouse-mischief/en-us/download.aspx. Aplikasi ini memungkinkan satu buah komputer dapat terkoneksi dengan beberapa mouse (rekomendasi 20-25 mouse tergantung sistem operasi dan kapasitas komputer tersebut). aplikasi ini sangat efektif diimplementasi dilingkungan sekolah.

  1. Keunggulan

a)      Secara aktif melibatkan siswa dan mendukung pembelajaran kolaboratif

Dengan Mouse Mischief rasa ingin tahu siswa dapat dipicu dengan menggabungkan teknologi interaktif ke dalam kurikulum. Proses belajar siswa yang menyenangkan sambil melihat representasi visual jawaban mereka pada layar bersama saat menggunakan mouse pointer berwarna-warni (seperti robot, kepingan salju, gitar, dan masih banyak lagi bentuk). Pembelajaran kolaboratif saat menggunakan mouse Mischief dalam mode Team, dalam mode Team, semua anggota tim harus bekerja sama untuk menyepakati jawaban sebelum dapat dipilih.

b)      Meningkatkan manajemen kelas dan partisipasi siswa secara keseluruhan

Dengan Mouse Mischief tidak perlu lagi menunggu siswa untuk mengangkat tangan, Anda dapat langsung melihat jawaban siswa Anda ‘di layar, membantu memudahkan semua siswa berpartisipasi secara teratur tanpa takut mengatakan jawaban yang salah.

 

 

c)       Akrab digunakan dan mudah pada anggaran kelas

Karena mouse Mischief terintegrasi ke dalam teknologi PowerPoint akrab, Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar keterampilan baru untuk menggunakannya. Selain itu, Anda dapat mengatur ruang kelas Anda untuk bermain pelajaran Mischief mouse tanpa membeli perangkat keras yang mahal, perangkat mouse dan hub USB yang tersedia di banyak toko di mana aksesoris komputer yang dijual.

  1. Persyaratan sistem

a)      Sistem operasi Windows 7 (direkomendasikan) dan Windows Vista – Bekerja dengan sekitar 20-25 mouse

  • Processor 1 GHz prosesor, dual-core atau quad-core
  • Memory Minimal
    • 1 GB RAM untuk berbasis x86 (32-bit) PC
    • 2 GB RAM untuk berbasis x64 (64-bit) PC
    • resolusi video 1024 x 768 atau lebih tinggi
    • kinerja video DirectX 9 atau yang lebih baru
    • perangkat lunak Microsoft PowerPoint 2010 (32 bit), Microsoft Office PowerPoint 2007 dan Powerpoint 2013

b)      Windows XP SP3 – Bekerja dengan sekitar lima Mouse

  • Processor Prosesor 1 GHz,
  • Memory 1 GB RAM,
  • resolusi monitor 800 x 600 atau lebih tinggi,
  • perangkat lunak Microsoft PowerPoint 2010 (32 bit) atau Microsoft Office PowerPoint 2007

Karena variabilitas komputer dan USB hardware, jumlah mause yang dapat dihubungkan dan kemampuan kinerja keseluruhan Mouse Mischief dapat bervariasi.

  1. instalasi

langkah-langkah untuk menginstal Mouse Mischief PowerPoint add-in.

a)      Untuk komputer yang menjalankan Windows 7, lanjutkan ke langkah b). Pada Windows Vista atau Windows XP SP3, instal. NET Framework 3.5 SP1.

b)      Instal mouse Mischief (Ukuran file: 10 megabyte [MB)

c)       Buka, atau restart PowerPoint, dan cari tab Multiple-Mouse.

d)      Klik tab, dan Anda siap untuk membuat mouse pertama pelajaran Mischief Anda.

Gambar

Gambar 1. Tab Menu Multiple Mause telah aktif di Powerpoint.

  1. Contoh tata letak ruangan kelas

Gambar

Gambar 2. Tata letak (Layout) ruangan kelas Mouse Mischeif.

Gambaran ini menunjukkan tata letak kelas untuk 12 siswa, dengan rincian :

–          proyektor

–          layar

–          3 USB hub

–          12 Mouse (kabel dan nirkabel)

Tata letak ini dapat diubah untuk mengakomodasi siswa di kelas masing-masing.

  1. C.      PENERAPAN MAUSE MISCHIEF

Setelah instalasi mouse mischief dilakukan, kemudian menentukan KD, indikator dan tujuan pembelajaran dari mata pelajaran masing-masing, kemudian merancang RPP yang relevan untuk menggunakan fasilitas dari mouse mischief. Media pembelajaran yang dalam quis dapat disajikan dibeberapa fase pembelajaran.

  1. Kegiatan awal

Membuat games/qius sederhana melalui mouse mischief adalah :

–          Soal Benar/salah, contoh :

Gambar

Gambar 3. Contoh slide pertanyaan benar/salah.

Soal quis seperti pada gambar 3 tersebut dapat digunakan pada apersepsi di kegiatan awal untuk menggali pemahaman awal siswa sehingga guru dapat mengukur kesiapan siswa dalam materi yang akan diajarkan.

 

  1. Kegiatan inti

–          Kegiatan individu dan kelompok

Simulasi slide mouse mischief dapat dioperasikan dalam dua modus, yaitu individu dan kelompok, sehingga guru dapat menentukan bentuk kegiatan pada proses pembelajaran apakah individu atau kelompok sehingga siswa dapat dilatih secar individu maupun kelompok.

Soal pilihan ganda, contoh :

Gambar

Gambar 4. Contoh slide quis pilihan ganda.

–          Interaktif

Soal Bentuk Gambar dijadikan wahana bagi siswa untuk secara aktif memanipulasi gambar yang disajikan untuk dimodifikasi berdasarkan permintaan soal yang telah disiapkan oleh guru, contoh :

Gambar

Gambar 5. Contoh slide quis bentuk gambar.

 

  1. Kegiatan Akhir

–          Merepleksi materi secara bersama-sama membuat slide untuk indentifikasi bahwa siswa ingin terlibat bertanya, menjawab, memberi saran atau menyimpulkan pengalaman belajar yang telah diperoleh.

 Gambar

Gambar. 6. Contoh Slide yang memberikan siswa untuk mereview materi yang telah diperoleh.

 

  1. D.      PENUTUP

Mouse Miscief sebagai tools yang dapat diintegrasikan dalam aplikasi power point dapat membantu guru dalam membelajarkan siswa sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, berpusat pada siswa dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Tools ini juga dapat mengispirasi guru untuk merancang pembelajaran lebih kreatif sehingga guru menjadi kaya akan ide.

 

Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi peningkatan proses belajar mengajar di kelas sehingga siswa merasa nyaman dan mampu menguasai KD yang ingin dicapai.

 

REFERENSI

  1. http://www.microsoft.com/multipoint/mouse-mischief/en-us/learn-more.aspx#benefits
  2. http://subhandepok.files.wordpress.com/2012/02/materi-pelatihan-mouse-mischief-interactive-whiteboard.pdf
  3. http://www.slideshare.net/barinox/savedfiles?s_title=berbagai-contoh-kuis-dengan-microsoft-mouse-mischief&user_login=indiebrainer

10 Oktober 2013 at 9:14 am Tinggalkan komentar

MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) DENGAN PEMANFAATAN CLASSMATE PERSONAL COMPUTER (CMPC)

Imran, S.Kom., MT (WI LPMP Sulawesi Selatan)

 I.          Pendahuluan

  Salah satu faktor penyebab mutu pendidikan di Indonesia rendah adalah motivasi belajar siswa rendah karena pada saat proses pembelajaran guru kurang menerapkan pembelajaran yang interaktif. Pembelajaran yang interaktif bisa diterapkan oleh guru dengan bantuan media pembelajaran. ClassMate Personal Computer (CMPC) merupakan salah satu Media Pembelajaran yang berbasis MultiMedia dan Interaktif  sehingga konsep pembelajaran abad 21 (seperti : berpusat pada siswa, berfikir kritis, kolaboratif dan pemanfaatan TIK) dapat diimplementasikan dengan maksimal dalam proses belajar mengajar.

Berikut ini beberapa fitur dari CMPC yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran :

  1. Pendaftaran siswa dengan Student Registration
  2. Mengunci kelas (memaksa siswa masuk kelas)
  3. Meminta perhatian siswa dengan silence mode
  4. Broadcast tampilan desktop dan suara Guru ke siswa
  5. Demonstrasi siswa ke guru dan siswa lainnya
  6. Menyiarkan gambar dan suara video dan kamera ke siswa
  7. Memonitor dan mengendalikan CMPC siswa
  8. Mengatur “setting” CMPC siswa
  9. Menjalankan aplikasi dan mematikan CMPC siswa dari jauh
  10. Membentuk dan mengatur anggota kelompok siswa
  11. Mengatur kegiatan tiap kelompok
  12. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi  dengan  siswa lainnya melalui komputer mereka
  13. Memberikan Quiz dan Survey kepada siswa dengan hasil yang langsung didapat.
  14. Merekam proses pembelajaran menggunakan CMPC
  15. Mendistribusikan file secara langsung ke komputer seluruh siswa

Untuk lebih jauh silahkan buka link berikut :

http://www.lpmpsulsel.net/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=218:cmpc&catid=42:widyaiswara&Itemid=203

26 September 2013 at 9:20 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 60,000 hits
April 2017
S S R K J S M
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Top Clicks

  • Tidak ada