LaFiZi

LaFiZi adalah akronim yang diciptakan oleh tiga gadis kecilku, yang merupakan gabungan 2 huruf awal dari nikc name mereka yaitu LAeyka – FIra – ZIla. Akronim ini sering mereka pakai ketika mereka membuat skenario video yang mereka rekam saat mereka bermain peran sesuai dengan topik permainan yang mereka mainkan.

LaFiZi terkadang terlihat sangat kompak, tetapi tidak jarang juga terjadi konflik di antara mereka, LafiZi ternyata saling mencari jika mereka tidak bertemu, terbukti jika sore hari mereka sudah berada di rumah lalu salah satu dari mereka tidak terlihat maka akan saling merindukan.

Satu aktor yang sering menjadi kendala ketika mereka memainkan peran adalah Zaidan, sering ingin ikut dengan gank mereka, tetapi karena temanya hanya untuk mereka bertiga maka Zaidan sering tidak dapat peran, karena tidak dapat peran akhir selalu menjadi antagonis.

Miss U all LaFiZi + Zaidan

Iklan

30 Agustus 2018 at 4:46 pm Tinggalkan komentar

Merasa Asing Di Kampung Sendiri

Minggu ini saya mendapat tugas untuk melatih calon Kepala Sekolah. Kegiatan berlangsung dari tanggal 28 Agustus – 2 September 2018.

Hari Kedua, kegiatan di pusatkan alun-alun Kota Benteng Selayar, setelah kegiatan selesai, tim Fasilitator (Bu Irlidya, Pak Karsidi kemudian menikmati pesona pantai di sekitar alun-alun tersebut.

Ketika asyik berfoto, saya kemudian merefelksi, kok saya berada di kampung sendiri tetapi merasa asing di sini. Ada apa gerangan, kenapa tidak ada rasa senang, atau dahaga yang hilang seperti orang lain ketika tiba di kampung halaman?

Boleh jadi karena selama ini saya hanya numpang lahir, tidak ada memori yang terlalu berkesan di kampung ini, karena masa kecil lebih banyak di kota Makassar, atau karena orang tua dan saudara saya semua sudah di Makassar, sehingga saat moment mudik di hari raya, saya tidak pernah mudik ke sini.

Saya ke Selayar cenderung karena urusan kantor/Dinas bukan karena alasan mudik atau liburan.

Oh kasihan diriku, yang terasing di kampung sendiri.

selayar2018

Raeihan Square, 29 Agustus 2018

 

Om Imran Sinong

30 Agustus 2018 at 4:35 pm Tinggalkan komentar

Semangat Guru Pembelajar

Peraturan menteri pendidikan nasional tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru menjadi dasar pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) sejak 2012. Hasil UKG di tahun 2015 kemudian menjadi profile kompetensi guru di Indonesia.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kemudian Menyusun 10 Modul setiap Mata Pelajaran maupun Kelompok kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang dibagi menjadi 10 Kelompok Kompetensi (KK), sehingga setiap mapel/paket keahlian memiliki 10 modul.

Modul dalam 10 KK setiap mapel ini pun dibuat menjadi 2 versi yaitu modul hardcopy yang dikemas setiap KK terdiri dari kompetensi profesional dan pedagogik juga di rancang dalam bentuk digital yang kemas ke dalam Learning Management System (LMS) :

  1. Moda Tatap Muka (TM).
  2. Moda Dalam Jaringan (DM)
  3. Moda Kombinasi.

Setiap guru akan mengikuti program Guru Pembelajar dengan tiga moda tersebut berdasarkan profile hasil UKG masing-masing yang telah dipetakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK di lingkup GTK bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan pusat belajar, menentukan Narasumber, Instruktur nasional dan peserta.

Saat ini telah sampai pada Fase Pelatihan Narasumber nasional dan Instruktur Nasional, ayo kita dukung dan sukseskan Program Guru Pembelajar demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Salam

Imran (Ino)

8 Juni 2016 at 8:29 am 3 komentar

Latihan menulis dengan menulis.

Menulis ternyata juga perlu latihan, layaknya pemain sepak bola, makin sering seorang pemain sepakbola berlatih maka potensi skillnya untuk meningkat semakin baik.

Pertemuan dengan Pak Mukti Ali (reporter dari Majalah Kemdikbud) memberikan arahan bahwa untuk mahir menulis maka langkah awalnya adalah haru mulai menulis.

rapat buletin

Pesan dari guru saya Dr. Budi Rahardjo, di http://rahard.wordpress.com adalah tulislah idemu jangan biarkan menguap begitu saja.

Ayo menulis.

Om Ino

 

7 Maret 2016 at 2:38 pm Tinggalkan komentar

Piala Adipura dan sampah

Salah satu kota yang sedang berkembang memajang beberapa monumen piala adipura yang pernah di raih sebagai simbol pencitraan berhasil pengelolaan kota bersih. Ironisnya masih banyak titik yang berbanding terbalik dengan nawacita dari adipura. Mungkin penyebabnya adalah tidak sebandingnya volume sampah dengan kemampuan armada kebersihan kota. Seiring dengan makin meningkatnya populasi penduduk kota, sampah rumah, kantor, industri meningkat drastis. pola pengelolaan sampah yang masih manual memungkinkan sampah yang dibuang di Tempat pembuangan sementara (TPS) seringkali menumpuk terlalu lama. Sehingga tidak jarang sampah itu meluber keluar dari bak sampahnya, atau dengan kreatifitas alakadarnya memasang papan pada kontainer sehingga daya muat kontainer menjadi lebih banyak. seperti pada gambar berikut.truk sampan

perlu upaya maksimal agar sampah di kota tercinta ini tidak mengotori lingkungan. pola pengelolaan sampah di kuatkan tata kelolanya, kemudian perlu juga penyadaran dari semua unsur tentang pengelolaan sampah.

Melihat perbandingan pengelolaan beberapa kota besar di negara lain memang masih berbanding terbalik, pemanfaatan teknologi yang maksimal serta kesadaran budaya hidup bersih masyarakat memicu percepatan iklim bersih. ayo hidup bersih.

Salam

Om Ino

 

15 Februari 2016 at 9:49 am Tinggalkan komentar

Reabiliy and Validity

Sydney, 4 November 2015

Proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas merupakan salah satu tugas pokok guru, untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses tersebut terhadap pemahaman peserta didik maka dilakukanlah pengukuran dalam bentuk tes/ujian, penugasan dan lain-lain, konsep dalam pengukuran adalah memastikan alat ukur itu valid dan realibel sehingga objek yang diukur itu sesuai dengan yang diharapkan

salah satu bentuk istrumen pengukuran adalah tes, dan bentuk tes yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dengan peserta yang cukup besar dan hasilnya dapat dianalisis dengan cepat adalah instrumen tes dengan bentuk tes pilihan ganda.

Begitu seringnya kita melakukan tes dengan instrumen pilihan ganda sehingga terkadang kita membuat istrumen soalnnya tidak mengikuti prosedur yang betul. Berikut beberapa langkah yang dapat dijadikan acuan untuk membuat instrumen penilaian dalam bentuk pilihan ganda.

Materi

  • Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian)
  • Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
  • Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari- hari tinggi)
  • Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.

Konstruksi

  • Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
  • Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
  • Ada pedoman penskorannya Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca

Budaya/Bahasa

  • Rumusan kalimat coal komunikatif
  • Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak  menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
  • Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
  • Rumusan soal tidak mengandung unsur SARA

Untuk lebih detail akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Sumber : http://gurupembaharu.com/home/download/panduan-analisis-butir-soal.pdf

Salam

Ino

4 November 2015 at 5:59 am Tinggalkan komentar

Senangnya belajar di tengah-tengan komunitas cerdas dan semangat

Aktifitas rutin dua bulan terakhir ini masuk pada perionde yang lumayan padat, kegiatan kantor, kegiatan di luar kantor maupun kegiatan keluarga berusaha saling serobot untuk masuk ke dalam skala prioritas. perlu perencanaan, komunikasi dan koordinasi yang matang antara pihak kantor, pihak di luar kantor dan pihak keluarga. agar semua rencana dapat berjalan dengan baik.

Kondisi tersebut akan berakhir indah jika ada hal penetuan secara priotas, lalu penentuan skala berat ringan, rasional dari waktu dan biaya serta aspek lain seperti tanggungjawab, kesenangan, fashion. sehingga terkadang harus memilih diantara beberapa pilihan.

Tetapi akhirnya semua berakhir indah karena semua jadwal dapat terakomodir dan semua aspek terlayani. THanks GOD.

 

Hari ini pun dapat berkah, bertemu komunitas guru-guru SMAK makassar di Hotel Denpasar. Terimakasih kepada pihak sekolah untuk dapat membuka pintu kerjasama dengan LPMP.

 

Salam

 

Om Ino

 

2 November 2013 at 9:23 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 63.490 hits
September 2018
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Top Clicks

  • Tidak ada